Salah satu hal yang ingin saya pelajari dan menurut saya sulit untuk dilakukan adalah memahami orang lain. Mungkin kalian pernah mendengar kalimat ini, "coba lu jadi gue"...atau "lu gatau sih rasanya jadi gue gimana". Saya sering mendengar hal itu dan bahkan saya juga mengucapkannya beberapa kali. Hal ini sulit dilakukan karena kita diminta untuk menjadi orang lain dimana kita sendiri tidak pernah merasakan atau mengalaminya. Saya selalu mencoba untuk memahami orang lain. Tapi, ya memang sulit. Butuh waktu dan kita takkan pernah bisa sepenuhnya mengerti.
Ketika saya sedang melakukan perjalanan, hal yang paling sering saya lakukan adalah memperhatikan orang orang disekitar saya. Menerka nerka bagaimana kehidupan orang itu, atau apa yang sedang dipikirkannya. Saya selalu mencoba untuk berfikir positif dan menganggap tidak ada orang jahat di dunia ini. Bahkan saya ingin sekali melakukan percakapan dari hati ke hati dengan semua penjahat yang ada dipenjara dan bertanya mengapa mereka melakukan kejahatan tersebut.
Anggapan saya ataupun tebakan saya terhadap orang lain tak selalu benar. Bahkan apapun yang saya pikirkan tentang orang lain belum tentu akan memengaruhi orang tersebut. Hal ini saya lakukan hanya untuk menenangkan hati dan pikiran saya. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang selalu berfikir positif.
Tetapi ada suatu waktu dimana keadaan tidak memungkinkan saya untuk memahami orang lain. Sebagai contoh, ketika saya berada didalam sebuah kereta yang penuh sesak dan saya dikelilingi oleh laki laki. Seketika saya langsung berfikir negatif tentang mereka. Saya langsung siap siaga menjaga diri dan barang bawaan saya. Otak saya berisi pertanyaan pertanyaan, "Apakah dia maling? Dia bakalan nyentuh saya ga ya ? Dia cuma pura pura tidur biar ga disuruh berdiri". Dan banyak pikiran pikiran negatif lainnya. Keadaan tersebut tidak memberikan saya waktu untuk memahami orang orang tersebut. Mungkin saja orang tersebut baru pulang kerja, lelah, dan ingin segera pulang dan bertemu keluarganya. Mungkin si bapak itu bekerja sebagai buruh sehingga tampilannya terlihat berantakan. Mungkin saja seperti ini...mungkin seperti itu. Dan banyak kemungkinan lainnya.
Tulisan saya kali ini, merupakan sebuah reminder untuk diri saya dan mungkin juga orang lain. Jika ingin selalu memiliki energi positif, kita juga harus menjaga pikiran kita agar selalu positif. Belajarlah memahami orang lain. Bayangkan jika diri kita berada diposisi dia. Apakah yang akan kita lakukan jika kita mengalami hal yang sedang ia alami saat ini ? Dan apa yang kita butuhkan jika kita mengalami hal tersebut? Belajarlah memaham sehingga kita bisa lebih bijak dalam bertindak, menghadapinya, dan bahkan membantunya jika ia sedang kesulitan.
No comments:
Post a Comment