Tak terasa malam semakin larut
Mata yang mulai perih masih setia menatap layar laptop
Begitu pun dengan organ tubuhku yang lain masih aktif menjalankan tugasnya
Menari indah di atas keyboard
Menimbulkan melodi yang tak teratur bunyinya
Begitu banyak suara yang kudengar malam ini
Suara hujan yang tak kunjung berhenti
Suara para mahasiswa yang sibuk menyelesaikan deadline tugasnya
Suara musik kpop yang belakangan ini sering kudengarkan
dan suara - suara lainnya
Sepertinya malam ini akan berakhir tanpa bintang lagi
Sepertinya awan masih ingin menunjukkan kegagahannya
Sepertinya awan belum ingin berhenti menumpahkan isinya
Di malam tanpa bintang ini ,
Sesosok indah makhluk Tuhan kembali membuatku terkagum
Begitu indah
Seperti bintang
Ciptaan Tuhan yang sudah lama tak ku pandangi
Ciptaan Tuhan yang sudah lama tak bercengkrama denganku
Betapa indah ciptaanMu Tuhan
Hingga tak bisa membuatku berhenti terkagum
Terima Kasih telah mempertemukan aku dengannya
Terima Kasih
Monday, December 7, 2015
Saturday, December 5, 2015
Doaku , Ayah , dan Ibuku
Malam ini saya mau sedikit sharing tentang kehidupan pribadi saya . Tepatnya keluarga saya . Tidak terlalu dalam , hanya berisi doa saya untuk kedua orangtua saya
Tahun ini , umur saya 20 tahun . Ayah saya berumur 48 tahun dan ibu saya berumur 47 tahun . Serta saya memiliki adik laki-laki yang berumur 18 tahun .
Tahun ini , umur saya 20 tahun . Ayah saya berumur 48 tahun dan ibu saya berumur 47 tahun . Serta saya memiliki adik laki-laki yang berumur 18 tahun .
Saat ini saya sedang menjalani tahun ketiga kuliah saya . Yang berarti , tahun ini adalah tahun ketiga saya hidup diperantauan tanpa kedua orangtua saya . Begitu juga dengan adik saya . Adik saya juga sedang menjalani tahun pertama kuliahnya di kota yang sama dengan saya . Sampai saat ini saya baru 3 kali pulang ke kampung halaman saya , yaitu kota Pematangsiantar . Jarak yang saya tempuh cukup jauh untuk mencapai kampung halaman saya . Kalau dihitung - hitung akan memakan waktu kira kira 9 - 10 jam . Darmaga - Bogor ( 1 jam ) , Bogor - Bandara Soekarno-hatta ( 2 jam ) , Bandara Soekarno-hatta - Bandara Kualanamu ( 2,5 jam ) , Kualanamu - Pematangsiantar ( 3 jam ) . Selama kuliah saya lebih sering bertemu dengan ayah saya , karena ayah saya sering dinas keluar kota sehingga beliau selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan anak - anaknya . Sedangkan saya dengan ibu saya hanya bisa bertemu ketika saya pulang ke Pematangsiantar .
Saya memiliki sifat yang berbeda dengan adik saya . Mungkin adik saya lebih sering saling memberi kabar kepada orangtua saya dibandingkan dengan saya . Jika adik saya memberi kabar setiap hari , saya terkadang hanya memberi kabar seminggu sekali . Itupun jika orangtua saya yang pertama kali menelepon saya . Belakangan ini , saya sering berkabar dengan orangtua saya apalagi ketika saya sedang ada jeda kuliah .
Kenapa ?
Hidup diperantauan itu terkadang tidak mudah . Apalagi ketika Anda sedang sakit ataupun orangtua kalian sedang sakit . Dulu , sewaktu saya masih tinggal bersama orangtua saya , baik saya sedang sakit maupun sehat , ketika saya pulang kerumah makanan pasti sudah tersedia di meja makan . Dan ketika sedang sakit , ibu saya pasti merawat saya . Menyuapi saya makan dan membuatkan teh hangat untuk saya .
Mungkin banyak hal yang saya sesali selama saya masih tinggal bersama kedua orangtua saya . Saya merasa saya kurang memberikan waktu saya untuk mereka . Saya masih asik dengan diri sendiri dan lebih sering keluar menghabiskan waktu bersama teman - teman saya . Padahal orangtua dirumah selalu menunggu saya pulang dan ingin menghabiskan waktu untuk saling berbagi cerita . Saya juga menyadari saya sering sekali mengeluh ketika orangtua saya meminta saya membantu mereka membersihkan rumah ataupun memasak . Jujur , ketika saya masih tinggal dirumah , saya tidak bisa memasak . Jadi , apa yang ingin saya makan , saya selalu meminta kepada orangtua saya .
Belakangan ini , saya sering mendengar kabar dari teman - teman saya bahwa ibu atau ayah mereka sedang sakit . Jadi terkadang mereka tidak masuk kuliah ataupun jarang mengikuti kegiatan non-akademik demi menjaga orangtua mereka . Bagaimana dengan saya ? Bagaimana dengan kami yang hidup diperantauan dan tinggal jauh dari orangtua ? Kami tidak bisa langsung berlari dan membeli tiket pulang untuk melihat orangtua kami .
Ayah , Ibu . Ku doakan agar kalian sehat selalu di sana . Semoga Allah memudahkan jalan kalian . Semoga Allah memberikan kalian kesehatan dan tidak kekurangan apapun . Maafkan anakmu yang mungkin masih durhaka dan belum bisa memiliki cukup waktu untuk menjaga kalian . Maafkan anakmu yang tak akan pernah bisa membalas semua apa yang telah kalian lakukan dan berikan kepada kami .
Tuhan ,
Tolong jaga Ayah dan Ibuku disana
Aku sangat mencintai mereka meskipun aku tak pernah menyatakannya
Berikan mereka kemudahan , berikan mereka kebahagiaan
Bukakan pintu surgamu untuk mereka
Aamiin
Wednesday, December 2, 2015
Sajak Bulan Desember
Cobalah
Cobalah berdiri dengan kakimu sendiri
Tanpa perlu menggantungkan diri pada seseorang ataupun sesuatu
Tanpa perlu berharap pada seseorang ataupun sesuatu
Agar kelak ,
Kau tak kebingungan mencari mereka ketika kau sendirian
Mereka itu seperti angin
Kadang datang , kadang pergi
Mereka itu tak mengerti
Seberapa besar peran mereka dihidupmu
Mereka itu tak mengerti
Apa yang terjadi kepadamu ketika mereka tidak ada
Itu yang terjadi ketika kau menggantungkan dirimu kepada mereka
Bukankah kau yang mengatur nafasmu sendiri ?
Bukankah kau yang mengendalikan pikiranmu sendiri ?
Bukankah kau yang melangkahkan kakimu sendiri ?
Hanya kau yang tahu seberapa rutin kau berbicara dengan Tuhan
Hanya kau yang tahu seberapa sering batinmu tersakiti
Hanya kau yang tahu seberapa sakitnya terabaikan
Kekhawatiranmu
Kegundahanmu
Ketakutanmu
Hanya kau yang tahu
Hanya kau yang bisa mengatasinya
Terlupakan,
Itu pasti terjadi
Apa lagi terabaikan
Benar ?
Subscribe to:
Posts (Atom)